Thursday, June 16, 2016

Hidup Melajang Dibolehkan Oleh Rasulullah SAW, Asal dalam Kondisi Seperti Ini

Hidup melajang dibolehkan oleh Rasulullah SAW 

Hidup melajang mungkin sesuatu yang tak diinginkan oleh setiap orang. Semua ingin mempunyai pasangan hidup sebagai pendamping di kala susah maupun senang. Tapi bagaimana sebenarnya hukum melajang dalam pandangan islam?


hidup melajang atau single
Apakah Hidup melajang itu dibolehkan? kok bisa? bukankah kita dianjurkan untuk menikah?
mungkin itu pertanyaan yang pertama kali yang muncul dibenak Anda ketika membaca judul artikel ini. Penasaran dengan jawabannya? yuk simak penjelasannya




Hidup melajang memang di bolehkan atau bahkan di anjurkan menjauhi wanita, asalkan pada saat itu, kita jarang sekali atau bahkan tidak menemukan lagi wanita yang berpegang teguh pada ajaran agama.


Dalam kitab Awarif al-Ma'aarif, penulis mengutip sebuah hadits tentang kebolehan hidup melajang. 

Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh akan datang suatu zaman dimana orang tak dapat menyelamatkan agamanya, kecuali orang yang selalu pindah dari satu desa ke desa yang lain, dari satu gunung ke gunung yang lain, sebagaimana rubah yang lari dari incaran musuh."

Para Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, kapan masa demikian terjadi?" Beliau menjawab, 
"Di saat kebutuhan hidup tak dapat di peroleh lagi, kecuali dengan jalan bermaksiat kepada Allah. Apabila kondisi sudah separah itu, maka dihalalkan untuk melajang."

Para Sahabat bertanya, Wahai Rasulullah SAW, kenapa bisa seperti itu, padahal engkau memerintahkan kami untuk menikah?"

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya bila kondisi zaman sudah sangat parah, maka kehancuran seorang anak berada di tangan kedua orang tuanya, kehancuran seorang suami berada di tangan istri dan anak-anaknya, apabila istri dan anak-anaknya sudah tidak ada, maka kehancuran ada di tangan sanak keluarganya,"

Para Sahabat bertanya lagi, "Wahai Rasulullah SAW, kenapa bisa terjadi demikian?" 

" Lantaran mata pencaharian hidupnya yang sempit. Kemudian dipaksa melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya sehingga mereka terjerumus ke dalam lembah kehancuran," jawab Rasulullah SAW.

Pada kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda, "akan datang suatu zaman dimana kehancuran suami ada di tangan sang istri, kedua orangtuanya, dan anaknya. Keadaan tersebut terjadi karena kefakirannya. Mereka memaksa agar melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya. Sehingga dia memasuki tempat-tempat yang akan mengakibatkan terkikisnya keimanan. Itulah saat kehancuran dirinya." 

No comments:

Post a Comment